2017

Cara Mudah Cek Masa Ovulasi Dengan Ovutest

Cara Mudah Cek Masa Ovulasi Dengan Ovutest

Ada beberapa cara yang bisa Kamu lakukan untuk cek masa subur. Salah satunya adalah dengan mengukur dan mencatat perubahan suhu pada tubuh. Berikut beberapa hal yang paling sering ditanyakan calon ibu mengenai suhu pada tubuh dan apa hubungannya dengan ovulasi. Suhu pada tubuh adalah suhu tubuh Kamu di pagi hari sebelum bangun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas. 

Biasanya, perubahan suhu pada tubuh akan terjadi sekitar 12 sampai 24 jam setelah ovulasi atau masa subur berlangsung untuk cek suhu tubuh dan kesuburan ovulasi bisa menggunakan alat Ovutest femometer bisa menghasilkan keakuratan data dan langsung terhubung ke smartphone melalui aplikasi femometer, untuk cara menggunakan Ovutest juga cukup mudah.

Maka dari itu pentingnya suhu basal tubuh bukan cara untuk menentukan kapan melakukan hubungan suami istri, melainkan untuk memberitahu Kamu bahwa ovulasi itu telah terjadi. Banyak dokter ahli kandungan menyarankan pasien untuk mengukur suhu pada tubuh ketika mereka mencoba untuk hamil. Tujuannya, agar Kamu bisa mengetahui apakah ovulasi berlangsung normal atau tidak.  

Suhu tubuh perempuan saat tidak berovulasi adalah 35,5ºC sampai 36ºC, tergantung pada individu dan suhu tempat tinggalnya. Setelah telur dilepaskan oleh indung telur (ovarium) rata-rata perempuan akan mengalami kenaikan suhu basal tubuh sekitar 0,5ºC. Karena setelah masa ovulasi maka indung telur akan mengeluarkan zat hormon progesterone, hitung dengan mengetahui cara menggunakan Ovutest agar lebih tepat mengetahui masa subur.

Hormon ini memanaskan segalanya di tubuh Kamu dan bekerja penuh mempersiapkan lapisan rahim untuk kemungkinan kehamilan. Suhu pada tubuh Kamu akan terus naik dan meningkat lagi sekitar 0,5ºC sampai tepat sebelum menstruasi, lalu akhirnya kembali normal. Bila hamil, suhu tubuh Kamu akan tetap tinggi sampai melalui trimester pertama. 

Bila suhu tubuh tidak mengikuti pola perubahan ini, ada kemungkinan Kamu mengalami masalah ovulasi atau masa subur. Pertama, karena perbedaan temperatur tubuh saat ovulasi atau masa subur sangat kecil, Kamu perlu melakukan pengukuran dengan termometer spesial suhu basal tubuh. Termometer suhu pada tubuh mencatat kenaikan suhu lebih akurat ketimbang termometer biasa. Kamu bisa memilih termometer jenis merkuri atau digital.