2017

4 Jenis Logam untuk Membuat Perhiasan Tradisional

Semua wanita pasti suka perhiasan. Biasanya, perhiasan tradisional terbuat dari emas. Namun sekarang ini, tidak hanya logam emas saja yang bisa digunakan, namun juga dari Perak, Platinum, Palladium, hingga Tungsten. Yuk, intip jenis-jenis logam apa saja yang kerap dipakai untuk membuat perhiasan dibawah ini.

  • Perak

Logam satu ini penamaan nya berasal dari Inggris kuno ‘seolfor’. Perkembangannya berawal dari bahan mata uang hingga bahan perhiasan di zaman sekarang. Perak yang murni sifatnya sangat lembut sehingga harus dicampur dengan logam lainnya. Fine Silver, Argentium Silver, dan Steling Silver adalah jenis-jenis campuran perak yang setiap kali digunakan.

Selain harganya yang murah dan juga beratnya yang ringan, perak juga sangat mudah dibentuk. Oleh karena itu, perhiasan perak memiliki banyak model. Sayangnya, perak juga gampang tergores dan warnanya juga gampang pudar. Untuk itu, perak harus dibersihkan dengan rutin, misalnya dengan sabun cuci piring.

perhiasan tradisional
                                                                                        perhiasan tradisional

  • Palladium

Logam satu ini sudah mulai digunakan untuk perhiasan dari tahun 1939. Palladium sangat ideal untuk perhiasan lantaran masih dalam keluarga platinum dan hanya butuh sekitar 10% saja kandungannya agar emas berubah warna memutih. Oleh karena itu, jangan heran jika penampakan Palladium juga putih berkilau natural layaknya Platinum.

Selain tahan lama dan memiliki tampilan yang mewah, Palladium juga sangat ringan dan glamor jika dikenakan. Biasanya, Palladium dipakai untuk bahan dasar membuat cincin mewah yang dijual dengan harga selangit. Jangan khawatir cincin ini akan berubah warna karena dibutuhkan jangka waktu yang sangat lama agar Palladium menjadi kusam.

Berkat segala keunikan dan kelebihannya ini, tidak mengherankan jika Palladium di sasar oleh para kaum pria sebagai cincin kawin mereka. Selain dipandang tidak berlebihan, cincin dari Palladium juga mewah namun dengan harga yang masih kalah mahal dari emas. Bahkan, kehebatan Palladium ini juga tidak akan menimbulkan alergi pada kulit para pria lantaran cincin ini bisa nyaman dikenakan di luar ruangan.

Untuk merawat Palladium sendiri, Anda memang tidak perlu harus ekstra hati-hati. Pasalnya, Palladium sangat mudah dibersihkan. Cukup gunakan saja kain halus dan air hangat, maka cincin sudah bersih bersinar seperti sedia kala. Maka tidak heran, Palladium kerap dipertimbangkan sebagai bahan membuat perhiasan.

  • Platinum

Selanjutnya, salah satu logam yang kerap dipakai untuk membuat perhiasan tradisional adalah Platinum. Selain mahal, logam putih satu ini juga tidak perlu memakai lapisan Rhodium lagi agar cantik. Tanpa ditambahi logam atau campuran apapun, Platinum sudah mewah, cantik, dan bergengsi dengan sendirinya.

Biasanya, logam ini digunakan untuk bahan cincin. Melambangkan cinta abadi dan murni, maka tidak heran jika Platinum juga kerap dipilih sebagai cincin kawin. Selain cantik, bahan ini juga mewah, tidak mudah pudar, dan tidak gampang memuai saat panas. Bahkan, mereka yang sensitif pun aman mengenakan Platinum karena sifat logamnya yang tidak menimbulkan alergi.

Namun tentu saja, Platinum juga mudah teroksidasi seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, jika perhiasan Anda dari logam ini sudah mulai berwarna kecoklatan, maka Anda harus segera membawanya ke ahli perhiasan untuk dipoles kembali.

  • Tungsten

Selain emas, Tungsten juga kerap digunakan untuk bahan perhiasan. Logam yang titik leburnya sangat tinggi ini memang menarik dan kuat. Selain tahan lama, Tungsten juga tidak berkarat dan sangat murah sehingga pas dijadikan alternatif cincin kawin.

Demikian ulasan tentang macam-macam bahan dasar perhiasan tradisional selain emas. Semoga bermanfaat.